<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Pelatihan Cara Membuat Toko Online &amp; cara SEO top 1 google</title>
	<atom:link href="http://abdurrachim.com/comments/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdurrachim.com</link>
	<description>Abdurrachim. ST. MM.</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Jan 2012 16:21:35 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
	<item>
		<title>Comment on #bedahKasus: cara membuka bisnis salon by abdurrachim</title>
		<link>http://abdurrachim.com/bedahkasus-cara-membuka-bisnis-salon.html#comment-65</link>
		<dc:creator>abdurrachim</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 15:57:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abdurrachim.com/?p=185#comment-65</guid>
		<description>BISNIS SALON	 	 	 
Kumpulan Artikel - Biz Salon
Written by admin	   
Saturday, 11 August 2007
Artikel yang berikut ini saya temukan saat sedang membuka-buka arsip aneka milis wirausaha yang saya ikuti. Seorang ibu bernama Grace Khoesuma memberikan informasi seputar memulai bisnis salon… wah, saya langsung tuing..tuing terinspirasi hehe..

Akhirnya saya email beliau meminta ijin untuk memasukkan jawaban beliau dalam Newsletter BundainBiz..dan inilah hasilnya untuk melengkapi artikel berkaitan dengan dunia bisnis salon yang pernah saya publish di:

www.bundainbiz.com/2005/09/tips-sukses-bisnis-salon.html
www.bundainbiz.com/2005/09/memulai-bisnis-salon.html

Dikutip dari email Grace Khoesuma pada Milis Q4 dengan seijin penulis

Kebetulan saya pernah bantu2 teman waktu sedang merintis pembukaan salonnya di daerah Cibubur jadi saya coba share sedikit ya..
Yang paling dasar tentunya tekad &amp; motivasi yg kuat krn ini akan
membantu untuk struggle dari kesulitan2 yg mungkin timbul :)

Sebagai investasi awal untuk salon tentu perlu disediakan :

1) Lokasi : milik sendiri atau sewa, posisi (konteks) terhadap lingkungan
sekitar. Lihat traffic lokasi, pelajari potensi pengembangan konsumen, lihat
pesaing sejenis di sekitar lokasi. Mayoritas jasa pengguna salon adalah
perempuan segmen remaja hingga ibu2, sedikit persentase untuk pria – kecuali ingin menambahkan jasa khusus di luar pakem salon biasa (refleksi, perbaikan kulit, dll)

2) Peralatan penunjang :
hardware - ini termasuk entry cash flow yang
lumayan karena pemilik biasanya harus membeli alat-alatnya secara kontan (tray alat, sisir, gulungan, steamer, pelurus rambut, dll).
software : shampoo, obat keriting, pewarna, dll biasanya sudah ada supplier tertentu yg akan menawarkan ke owner. Sales dari l&#039;oreal, makarizo, wella, dll selalu siap sedia dengan support produk untuk salon2. Biasanya mereka menawarkan starter pack dengan jumlah tertentu yg terdiri dr berbagai produk perawatan mereka (biasanya tunai utk starter kit) kemudian untuk lanjutannya bisa dengan cara konsinyasi maupun bertahap. Coba googling dulu ke website2 supplier salon tsb untuk mendapatkan informasi lebih, atau bisa kontak langsung juga ke officenya. Kalau kebetulan iseng ngobrol dgn pemilik salon lain biasanya mereka juga dgn senang hati merekomendasikannya.

3) SDM : untuk tenaga ahli seperti cutting, coloring, dll akan lebih baik
jika owner juga mempunyai ketrampilan disini. Pengetahuan bisa diasah lewat
sekolah maupun kursus berijasah yg sudah banyak diselenggarakan sekarang.
Secara perhitungan bisnis, cutting biasanya memberikan ekstra pemasukan yg lebih dibanding treatment lain yg harus menggunakan alat penunjang. Selain juga cutting treatment biasanya mempunyai interaksi yg asertif kepada
pelanggan. Sebagai pengguna, saya pribadi sangat menghargai jasa art stylist yg mampu berkreasi dgn pas. Secara tidak langsung bila saya merasa sreg dengan guntingan si A, mumpung saya punya banyak waktu luang sekalian deh saya treatment yg lain misalnya crembath, manicure, dll.

Sementara untuk tenaga junior dan pemula (cuci-blow-creambath-massage-dll) bisa dimulai lewat pemasangan iklan baris di harian ibukota. Alternatif lain
mencari tenaga2 potensial di tempat kursus kecantikan dgn cara datang
langsung dan mengobrol dgn mereka.

4) Modal : modal awal melingkupi ketiga hal diatas. Untuk standar salon
reguler dgn kapasitas 6 tempat duduk, treatment standar, tahun 2003 sekitar
30-40 juta (termasuk renovasi interior, status tempat milik sendiri). Banyak
angka2 lain yg patut dipertimbangkan jika lokasi masih berstatus sewa karena
akan ada target minimum pelanggan untuk mencapai BEP dlm jangka waktu
tertentu. Kontribusi angka modal terbesar terjadi di investasi lokasi dan
hardware.

5). Sistem penggajian : umumnya masih dalam kerangka UMR walaupun di
lapangan banyak dibawah garis minimum. Insentif dan bonus dapat dijadikan
motivasi untuk para pekerja. Misalkan untuk setiap pelanggan yg ditangani
maka pekerja akan mendapatkan persentase maupun jumlah tertentu atas
pekerjaannya. Kemudian bila dalam satu bulan mampu mencapai target pelanggan sekian akan dapat bonus. Positifnya ini juga akan membantu arus pelanggan yg datang ke lokasi.

6) Pemasaran : undanglah kawan-kawan sebanyak mungkin pada waktu pembukaaan, terutama yg berdomisili disekitar lokasi. Seperti disebutkan Pak R, dengan menyebarkan info sebanyak2nya, 10% saja return customer sudah dapat jadi catatan yang baik untuk usaha. Pasang pengenal yg efektif (spanduk, banner, umbul2, neonboard, dll) dan eye catching. Selalu berinovasi dalam pemasaran, misal bulan ini program diskon, bulan depan program paket, dll.
Innovate or die katanya :) Menurut Hermawan Kertajaya di bukunya Marketing
in Venus, untuk memasarkan produk kita harus luar biasa kreatif karena
pesaing kita juga akan doubled the brain, atau kita yang akan
mati... Prinsipnya, kalau kita mau berbisnis otak kita harus selalu berputar
keras, tidak boleh diam :)

Selanjutnya tetap usaha yang giat dan perbanyak jaringan. Semoga sukses :)

Grace Khoesuma
email: graceque@gmail.com 
big thanks to mba Grace untuk masukan ini ;-)
- Red</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>BISNIS SALON<br />
Kumpulan Artikel &#8211; Biz Salon<br />
Written by admin	   <br />
Saturday, 11 August 2007<br />
Artikel yang berikut ini saya temukan saat sedang membuka-buka arsip aneka milis wirausaha yang saya ikuti. Seorang ibu bernama Grace Khoesuma memberikan informasi seputar memulai bisnis salon… wah, saya langsung tuing..tuing terinspirasi hehe..</p>
<p>Akhirnya saya email beliau meminta ijin untuk memasukkan jawaban beliau dalam Newsletter BundainBiz..dan inilah hasilnya untuk melengkapi artikel berkaitan dengan dunia bisnis salon yang pernah saya publish di:</p>
<p><a href="http://www.bundainbiz.com/2005/09/tips-sukses-bisnis-salon.html" rel="nofollow">http://www.bundainbiz.com/2005/09/tips-sukses-bisnis-salon.html</a><br />
<a href="http://www.bundainbiz.com/2005/09/memulai-bisnis-salon.html" rel="nofollow">http://www.bundainbiz.com/2005/09/memulai-bisnis-salon.html</a></p>
<p>Dikutip dari email Grace Khoesuma pada Milis Q4 dengan seijin penulis</p>
<p>Kebetulan saya pernah bantu2 teman waktu sedang merintis pembukaan salonnya di daerah Cibubur jadi saya coba share sedikit ya..<br />
Yang paling dasar tentunya tekad &#038; motivasi yg kuat krn ini akan<br />
membantu untuk struggle dari kesulitan2 yg mungkin timbul <img src='http://abdurrachim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebagai investasi awal untuk salon tentu perlu disediakan :</p>
<p>1) Lokasi : milik sendiri atau sewa, posisi (konteks) terhadap lingkungan<br />
sekitar. Lihat traffic lokasi, pelajari potensi pengembangan konsumen, lihat<br />
pesaing sejenis di sekitar lokasi. Mayoritas jasa pengguna salon adalah<br />
perempuan segmen remaja hingga ibu2, sedikit persentase untuk pria – kecuali ingin menambahkan jasa khusus di luar pakem salon biasa (refleksi, perbaikan kulit, dll)</p>
<p>2) Peralatan penunjang :<br />
hardware &#8211; ini termasuk entry cash flow yang<br />
lumayan karena pemilik biasanya harus membeli alat-alatnya secara kontan (tray alat, sisir, gulungan, steamer, pelurus rambut, dll).<br />
software : shampoo, obat keriting, pewarna, dll biasanya sudah ada supplier tertentu yg akan menawarkan ke owner. Sales dari l&#8217;oreal, makarizo, wella, dll selalu siap sedia dengan support produk untuk salon2. Biasanya mereka menawarkan starter pack dengan jumlah tertentu yg terdiri dr berbagai produk perawatan mereka (biasanya tunai utk starter kit) kemudian untuk lanjutannya bisa dengan cara konsinyasi maupun bertahap. Coba googling dulu ke website2 supplier salon tsb untuk mendapatkan informasi lebih, atau bisa kontak langsung juga ke officenya. Kalau kebetulan iseng ngobrol dgn pemilik salon lain biasanya mereka juga dgn senang hati merekomendasikannya.</p>
<p>3) SDM : untuk tenaga ahli seperti cutting, coloring, dll akan lebih baik<br />
jika owner juga mempunyai ketrampilan disini. Pengetahuan bisa diasah lewat<br />
sekolah maupun kursus berijasah yg sudah banyak diselenggarakan sekarang.<br />
Secara perhitungan bisnis, cutting biasanya memberikan ekstra pemasukan yg lebih dibanding treatment lain yg harus menggunakan alat penunjang. Selain juga cutting treatment biasanya mempunyai interaksi yg asertif kepada<br />
pelanggan. Sebagai pengguna, saya pribadi sangat menghargai jasa art stylist yg mampu berkreasi dgn pas. Secara tidak langsung bila saya merasa sreg dengan guntingan si A, mumpung saya punya banyak waktu luang sekalian deh saya treatment yg lain misalnya crembath, manicure, dll.</p>
<p>Sementara untuk tenaga junior dan pemula (cuci-blow-creambath-massage-dll) bisa dimulai lewat pemasangan iklan baris di harian ibukota. Alternatif lain<br />
mencari tenaga2 potensial di tempat kursus kecantikan dgn cara datang<br />
langsung dan mengobrol dgn mereka.</p>
<p>4) Modal : modal awal melingkupi ketiga hal diatas. Untuk standar salon<br />
reguler dgn kapasitas 6 tempat duduk, treatment standar, tahun 2003 sekitar<br />
30-40 juta (termasuk renovasi interior, status tempat milik sendiri). Banyak<br />
angka2 lain yg patut dipertimbangkan jika lokasi masih berstatus sewa karena<br />
akan ada target minimum pelanggan untuk mencapai BEP dlm jangka waktu<br />
tertentu. Kontribusi angka modal terbesar terjadi di investasi lokasi dan<br />
hardware.</p>
<p>5). Sistem penggajian : umumnya masih dalam kerangka UMR walaupun di<br />
lapangan banyak dibawah garis minimum. Insentif dan bonus dapat dijadikan<br />
motivasi untuk para pekerja. Misalkan untuk setiap pelanggan yg ditangani<br />
maka pekerja akan mendapatkan persentase maupun jumlah tertentu atas<br />
pekerjaannya. Kemudian bila dalam satu bulan mampu mencapai target pelanggan sekian akan dapat bonus. Positifnya ini juga akan membantu arus pelanggan yg datang ke lokasi.</p>
<p>6) Pemasaran : undanglah kawan-kawan sebanyak mungkin pada waktu pembukaaan, terutama yg berdomisili disekitar lokasi. Seperti disebutkan Pak R, dengan menyebarkan info sebanyak2nya, 10% saja return customer sudah dapat jadi catatan yang baik untuk usaha. Pasang pengenal yg efektif (spanduk, banner, umbul2, neonboard, dll) dan eye catching. Selalu berinovasi dalam pemasaran, misal bulan ini program diskon, bulan depan program paket, dll.<br />
Innovate or die katanya <img src='http://abdurrachim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Menurut Hermawan Kertajaya di bukunya Marketing<br />
in Venus, untuk memasarkan produk kita harus luar biasa kreatif karena<br />
pesaing kita juga akan doubled the brain, atau kita yang akan<br />
mati&#8230; Prinsipnya, kalau kita mau berbisnis otak kita harus selalu berputar<br />
keras, tidak boleh diam <img src='http://abdurrachim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selanjutnya tetap usaha yang giat dan perbanyak jaringan. Semoga sukses <img src='http://abdurrachim.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Grace Khoesuma<br />
email: <a href="mailto:graceque@gmail.com">graceque@gmail.com</a><br />
big thanks to mba Grace untuk masukan ini <img src='http://abdurrachim.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
- Red</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Page Caching using disk: enhanced

Served from: abdurrachim.com @ 2012-02-22 18:33:20 -->
